5 Pemain Bola Wanita Tercantik di Indonesia

Apa jadinya jika sepak bola dipenuhi para kaum hawa? Kecantikan mengolah si kulit bundar berpadu dengan kecantikan pemainnya. Memang, sepakbola sudah tak asing lagi bagi kaum hawa. Bukan catwalk, para wanita ini justru menebar pesona di rumput hijau. Lalu bagaimanakah pesona pemain bola wanita tercantik di Indonesia?

Di Indonesia, sepak bola adalah olahraga terpopuler diikuti oleh bulutangkis dan basket. Begitu pula bagi kaum hawa, sepak bola bukan lagi permainan laki-laki saja nampaknya. Sejumlah nama bahkan sudah mengukir prestasinya. Tidak hanya kemampuan di lapangan, tetapi juga keelokan rupanya. Siapa sajakah pemain bola wanita Indonesia yang rupawan itu?

1. Zahra Muzdalifah

Wanita satu ini adalah pemain sepak bola yang tergabung dengan tim nasional Indonesia. Zahra, lahir di Jakarta pada tanggal 4 April 2001. Bermain sepak bola sejak usia 7 tahun yang diperkenalkan oleh ayahnya. Zahra adalah anak yang cerdas. Ia menyelesaikan jenjang pendidikannya hingga SMA hanya dalam waktu 10 tahun.

READ  Gelandang Bertahan Terbaik Dunia, Inilah Deretannya

Karir sepak bolanya dimulai di sekolah sepak bola Madani Meruya. Beralih ke SSB Patriot Merah Putih kemudian ASIOP Football Academy pada usia 12 tahun. Zahra semakin dikenal ketika ia bergabung dengan klub ibukota, Persija Jakarta. Keterampilannya mengolah si kulit bundar membuat Indonesia mempercayakan intergritasnya pada Zahra di ajang Asian Games 2018.

2. Safira Ika Putri Kartini

Safira lahir pada tanggal 21 April 2003. Seperti Zahra, ia juga merupakan pemain timnas Indonesia. Safira kini telah menjadi keluarga Tira Persikabo Kartini. Meskipun harus bergumul dengan terik matahari, tetapi kecantikannya tidak pernah memudar.

Dara cantik satu ini justru mengawali karirnya di badminton. Safira menjadi tertarik sepak bola lantaran sering mengantar adiknya berlatih sepak bola. Menemukan keasikannya ketika melihat para pria bermain sepak bola, ditambah sulitnya persaingan di badminton. Sempat ditentang ayahnya karena kerasnya permainan sepak bola. Sering berlatih, akhirnya direstui oleh ayahnya.

3. Basia Putri

Basia Putri lahir pada tanggal 16 April 1998. Fans berat Cristiano Ronaldo ini sempat dilarang bermain bola oleh ibunya lantaran nilainya anjlok ketika telah bergabung dengan SSB Liverpool. Alhasil gadis cantik ini harus rela hanya bermain futsal sampai kuliah. Keadaan berbalik ketika Basia terpanggil mengikuti pelatihan sepak bola untuk PON DKI Jakarta.

READ  6 Pemain Bola Terpendek di Dunia

Begitu tertariknya dengan Cristiano Ronaldo, dara satu ini sering sekali berlatih tendangan keras. Terpikat pada gaya shooting Cristiano ronaldo ketika tendangan bebas, meskipun ia jarang sekali latihan tendangan bebas. Basia kini tengah memperkuat klub Persija jakarta yang tengah fokus pada liga 1 putri.

4. Anggita Oktaviani

Anggita Oktaviani, gadis cantik kelahiran Jakarta pada 5 Oktober 1999. Karirnya bermula ketika ia bergabung dengan klub futsal. Permulaan bermain sepak bola ketika bergabung dengan klub Female FC ketika SMP lantaran bosan dengan lapangan indoor.

Karirnya semakin menanjak ketika dara manis yang akrab di sapa cabe ini berhasil masuk tim pra PON DKI Jakarta. Dari situlah ia bisa berseragam orange untuk tim Persija Jakarta. Anggita kini tengah menjalin hubungan asmara dengan gelandang tengah HNK Rijeka U19, Brylian Aldama.

READ  Pencetak Gol Terbanyak Liga Champion 2020/2021

5. Natasya Sumitro

Lahir pada 7 Agustus 1997 di Depok, Natasya Sumitro kini tengah memperkuat klub asal pulau Dewata, Bali United. Natasya mulai tertarik pada sepak bola baru pada tahun 2018. Sebelumnya Natasya sudah berkecimplung di dunia futsat. Selama di futsal, wanita cantik satu ini pernah mengikuti ajang Women Pro Futsal League.

Meskipun menggeluti dunia sepak bola, Natasya sangat hobi dengan fashion dan make up. Maka tak heranjika fans berat Stefano Lilipaly ini memiliki follower Instagram lebih dari 100 ribu yang mayoritasnya adalah laki-laki.

Demikianlah 5 pemain bola wanita tercantik di Indonesia. Tak mau tenggelam dengan stigma masyarakat, para wanita ini mampu membuktikan kemampuannya diantara para laki-laki. Meski sempat terkendala dengan restu, tetapi kegigihannya mampu menjadikan mimpi itu nyata.Tak ada batasan di dunia ini, berjuanglah sampai tak ada lagi yang diperjuangkan.

You May Also Like

About the Author: Sakura Kireina